Read more: Cara Membuat Burung Twitter Terbang Di Blog | wIzYuLoVeRz http://KhakhaaTieckha Riyantieckha Clalucettia.blogspot.com/2012/04/cara-membuat-burung-twitter-terbang-di.html#ixzz2Doep4ziW
Please Attach Sources After Copying
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike
Kamis, 17 Januari 2013
Pemandian Cihanjawar, Kecamatan Bojong
MATA air bendungan pemandian kuda di Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, padahal cuma seluas 12x6 meter dengan kedalaman 100 cm. Namun siapa sangka kalau setiap harinya sekitar enam ribu jiwa dari empat desa masih menggantungkan kebutuhan air bersih dari bendungan ini.
Letak mata air bekas pemandian kuda ini tepatnya persis berada dibawah kaki Gunung Burangrang Purwakarta Jawa barat atau sekitar 38 kilo meter jauhnya dari kota Purwakarta. Dilokasi itu, keberadaan air bersih mata air ini tak pernah surut dan sudah dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sejak tahun 1975 hingga sekarang. Dahulu, mata air ini masih berbentuk seperti telaga biasa yang dipenuhi batu-batu kali, namun seiring waktu lokasi pemandian kuda ini pun berubah menjadi kolam tampungan air dan dikelola secara swadaya oleh pemerintah desa setempat.
Perubahan lokasi telaga menjadi bendungan pemandian kuda berlangsung sejak tahun 1995. Ketika itu, telaga atau bendungan ini dirubah menjadi sebuah kolam untuk lokasi tampungan air bagi kebutuhan warga di enam desa di Kecamatan Bojong meliputi Desa Cipendey, Desa Bojongtimur, Desa Cibingbin, Desa Sukamana, Desa Kertasari dan Desa Cilenca. Suplai air sendiri dilakukan dengan cara sederhana yakni dengan membuat saluran-saluran air seperti pipa yang dibuat dari bambu sampai ke wilayah desa masing-masing tanpa bantuan tenaga mesin sedikitpun.
“Disebut lokasi pemandian kuda lantaran dilokasi itu terdapat situs berupa jejak kaki kuda pada sebuah batu yang berada ditengah bendungan/telaga yang sampai sekarang masih ada. Selain itu, cerita masyarakat setempat juga mengatakan bila memang dahulu kala sesepuh warga setempat menyebut bila memang kuda-kuda milik warga kerap dimandikan dilokasi telaga ini," Disebutkan Aman, sampai saat ini lokasi pemandian kuda masih digunakan sebagian besar warga di Kecamatan Bojong untuk digunakan guna memenuhi kebutuhan air bersih. Warga yang menggunakan mata air bendungan tersebut dikenai biaya retribusi oleh pihak desa sebesar Rp 5 ribu/ bulan yang terbuat dari bambu masih beroperasi mengairi air ke empat desa dengan rata-rata jumlah air yang digunakan disetiap desa sebesar 6 ribu ton air atau sekira sekitar 6 ribu liter air.
"Sekarang peruntukan mata air bendungan pemandian kuda cuma untuk empat desa saja meliputi Desa Cipendey, Desa Bojongtimur, Desa Cibingbin, Desa Sukamana. Hal itu terjadi karena banyak pipa bocor (dicuri) dijalan selain ada juga warga yang sudah beralih menggunakan air tanah," kata E Nurhayat. Meski demikian, sambung E Nurhayat, pihak desa masih mengaku kesulitan untuk mengelola keberadaan mata air ini terlebih dalam hal perawatan dan menjaga kebersihan air secara keseluruhan dan berkesinambungan.
Sebab, biaya pemeliharaan dan perawatan yang tersedia dan ada saat ini masih jauh dari cukup untuk menjaga kelangsungan keberadaan air. "Selama ini terkadang pihak desa yang selalu nombok bila ada kekurangan biaya operasioanal. Karenanya, untuk pengembangan lebih besar dan lebih baik sedianya kami menunggu investor yang berminat melakukan pengembangan air dari lokasi bendungan pemandian kuda," jelas Kades Cihanjawar.
Langganan:
Postingan (Atom)
